Wanita Hamil

Menghitung Masa Subur Dengan Ovulasi Test Strip

Menghitung masa subur memang terkadang membingungkan. Ada berbagai metode yang digunakan dan kadang berhasil bagi sebagian orang namun tidak bagi kita. Salah satunya yaitu menghitung masa subur dengan ovulasi test strip. Mengapa itu bisa terjadi? Apakah metode tersebut salah? Jawabannya tentu tidak ada yang tahu. Mungkin bisa jadi kita salah menghitung kalender kesuburan atau alasan lain.

Cara Menghitung Masa Subur

Sebenarnya, masa subur kita bisa dihitung menggunakan siklus haid. Caranya adalah dengan menghitung masa haid kita yaitu 12 sampai dengan 16 hari sebelum haid berikutnya. Tapi, cara ini dirasa kurang efektif bagi sebagian wanita. Penyebabnya tak lain adalah karena siklus haid setiap wanita berbeda. Rumus ini berlaku bagi wanita dengan siklus haid teratur yaitu 28 hari.

Lalu, bagaimana dengan wanita dengan siklus haid tidak teratur? Caranya adalah dengan melihat siklus haid 8 bulan terakhir. Maka akan didapat angka siklus yang paling pendek misal 26 hari. Lalu kurangkan dengan 18 hasilnya adalah 9. Maka akan menjadi angka terpendek. Selanjutnya lihat siklus terpanjang misal 29 dan kurangi dengan angka 11 hasilnya adalah 19. Maka akan diperoleh masa subur pada hari ke 9 hingga 19 sebelum masa haid. 

Memastikan Masa Ovulasi Setelah Mengetahui Masa Subur

Setelah mengetahui masa subur, maka kita juga harus menentukan kapan masa ovulasi yang tepat. Masa ovulasi yang tepat adalah ketika Luteinizing Hormone (LH) sedang mengalami kenaikan. LH yang naik secara signifikan akan mendorong sel telur keluar dari ovarium ke tuba falopi dimana tempat terjadinya pembuahan sperma. 

Pembuahan sebaiknya terjadi saat LH sudah naik. Dengan demikian kualitas sperma terbaik akan membuahi sel telur yang sudah siap atau matang. Namun terkadang untuk mengetahui apakah sel telur telah siap dibuahi atau belum tidak hanya bisa mengandalkan masa subur. Kita harus mengetahui kapan sel telur siap dibuahi pada masa subur tersebut. Cara mengetahuinya adalah menggunakan alat tes kesuburan.

Alat tes kesuburan sangat berperan penting disini. Ada beberapa alat tes kesuburan yang tersedia di pasaran dengan berbagai cara penggunaanya. Salah satunya adalah ovulasi test strip. Alat ini merupakan alat tes kesuburan dengan tingkat akurasi tinggi mencapai 99.9% sehingga paling direkomendasikan untuk digunakan. 

Cara kerja ovulasi test strip ini adalah dengan pengujian menggunakan urine. Saat memasuki masa subur, kita bisa melakukan pengujian dengan alat ini pada jam 10 pagi hingga 20 malam.  Alat ini akan memberikan sinyal berupa warna saat kenaikan LH terjadi. Atau saat sel telur terdorong keluar menuju tuba falopi.

Cara kerja ovulasi test strip ini adalah dengan menggunakan urine saat masa subur. Lalu strip akan berubah warna bila kenaikan LH terjadi dan kita berovulasi 24 hingga 48 jam setelah pengujian.  Saat itulah pembuahan bisa dilakukan. Jika dilakukan dengan benar, maka hasil keakuratan alat ini sangat tinggi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *