investasi jangka panjang

Siapkah Anda dengan Risiko Investasi Jangka Panjang?

Apabila Anda cerdas dalam mengelola investasi, maka Anda bisa memperoleh hasil yang luar biasa. Masalahnya adalah kesiapan Anda dalam menghadapi risiko yang bisa saja terjadi saat investasi jangka panjang. Oleh karena itu simak beberapa risiko yang harus Anda ketahui. 

Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga bisa Anda rasakan ketika nilai relatif dari aktiva berbunga. Suku bunga yang mengalami peningkatan akan membuat Anda rugi apabila investasi berupa pinjaman maupun obligasi. Konsekuensi ini terjadi di pasaran sehingga dapat menurunkan nilai investasi Anda. Saat suku bunga meningkat maka harga saham maupun obligasi akan menurun begitu pun sebaliknya. Besar risiko tersebut dapat dihitung sesuai dengan jangka waktu obligasi. 

Apabila suku bunga obligasi Anda ada di 8 – 10% setelah itu pemerintah menerbitkan sukuk ritel dengan suku bunga 12% maka secara otomatis investor lebih tertarik dengan sukuk ritel. Mereka juga tidak ingin rugi, begitu pun Anda jika ada di posisi yang sama. 

Risiko Inflasi

Risiko inflasi untuk investasi jangka panjang ialah kondisi dimana naiknya harga barang secara drastis yang diakibatkan oleh edaran uang terlalu banyak. Nilai uang bisa berada di posisi paling rendah alias tidak normal. Contoh kasusnya adalah apabila seorang investor memiliki 40% dari portfolio tunai sebesar Rp 10.000.000, sedangkan inflasi sebesar 5%. Akibatnya nilai tunai portfolio investor tersebut akan hilang sebanyak Rp 2.000.000 per tahunnya. 

Risiko Pasar

Risiko yang satu ini diakibatkan oleh sentimen keuangan atau dengan kata lain disebut juga risiko sistematik. Anda tidak dapat menghindari risiko pasar karena semua investor akan mengalaminya. Para investor bahkan bisa berada di tingkat terburuknya yakni capital loss. Hal ini biasanya bukan tanpa akibat terjadi. Akibatnya bisa dari krisis ekonomi, isu negatif, kerusuhan dan perubahan iklim politik. 

Contoh kasusnya adalah apabila salah memilih presiden sehingga dewan politik yang dibentuk tanpa pengalaman. Hal ini tentu akan berakibat terjadinya fluktuasi nilai mata uang Rupiah terhadap Dolar yang naik. Apa yang harus investor lakukan? Jangan panik karena fluktuasi tidak bertahan lama. 

Itulah beberapa risiko yang mungkin dihadapi ketika investasi jangka panjang. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *